Hidup di era Covid

Bpom Tidak Rekomendasikan Lianhua Capsules Donasi Untuk Covid

Tujuannya adalah untuk mencegah penyebaran penyakit pada saat orang tersebut baru mulai mengalami gejala. Turyono berbagi pengalaman kalau dirinya bisa terbebas dari virus corona tanpa mengkonsumsi suplemen atau vitamin yang disiapkan rumah sakit. Namun terapi yang dilakukan adalah olahraga, bernyanyi, dan berdoa. Dilansir dari Business Insider, dokter dari Harvard Medical School, Abraar Karan berkata manajemen diri terhadap gejala virus corona di rumah mirip dengan flu pada umumnya. Beberapa dokter mungkin merekomendasikan obat batuk yang dijual bebas ini untuk membantu meredakan gejala ringan COVID-19.

Batuk kering yang disebabkan infeksi virus biasanya berlangsung lebih lama dibandingkan batuk kering yang disebabkan sumber lainnya. Lamanya batuk yang dialami karena virus yang masuk ke tubuh mengiritasi saluran pernapasan dan perlu proses tidak sebentar untuk membuatnya kembali pulih. Untuk mendeteksi virus corona dengan segera, telah tersedia tes cepat atau speedy check corona. Tes ini merupakan skrining awal infeksi virus corona pada orang yang berisiko tinggi untuk mengalaminya.

Selain melakukan hal-hal di atas, penting untuk diingat supaya Anda tidak menggunakan resep dokter yang diberikan kepada orang lain. Hal ini bisa menyebabkan efek samping dan membahayakan kesehatan tubuh Anda. Selain itu, jangan lupa untuk minum obat batuk dan menyalakan humidifier saat tidur di malam hari. Hal ini bisa membuat lendir menjadi lebih encer sehingga batuk lebih cepat sembuh. Disarankan untuk minum banyak air putih agar tubuh tetap terhidrasi. Beberapa pedoman menyarankan sekitar 2 liter sehari namun kebutuhan cairan tiap orang bervariasi jadi tetap minum ketika merasa haus.

Namun, belum ada obat yang benar-benar bisa langsung menargetkan virus penyebab Covid-19 tersebut. Saat ini, pengobatan yang dilakukan untuk pasien Covid-19 hanya bersifat menyembuhkan gejala. Pada kondisi yang berat, bantuan napas melalui mesin ventilator dapat diberikan pada pasien untuk menyokong fungsi organ very important lainnya. Hasilrapid testCOVID-19 positif kemungkinan besar menunjukkan bahwa Anda memang sudah terinfeksi virus Corona, namun bisa juga berarti Anda terinfeksi kuman atau virus yang lain.

Tapi, hingga saat ini tidak ada uji klinis yang menunjukkan bahwa obat ini efektif untuk pasien Covid-19. Obat ini digunakan untuk mengobati infeksi parasit sehinga dianggap ampuh untuk mengatasi Covid-19. Risiko paling fatal dari penggunaan obat ini adalah gangguan irama jantung yang bisa menghambat aliran oksigen ke seluruh tubuh. FDA juga mengklaim obat ini tidak sepenuhnya aman untuk mengatasi pasien Covid-19 karena bisa menimbulkan peningkatan kadar enzim hati yang memicu kerusakan hati. Menurut data Mayo Clinic, obat ini sebenarnya digunakan untuk mengatasi virus ebola. Namun, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat tidak menyetujui penggunaan obat-obatan tersebut karena dianggap tidak aman dan efektif untuk mengobati atau mencegah Covid-19.

Cara menyembuhkan Covid

Jika mengalami kondisi ringan, pasien bisa mengonsumsi parasetamol untuk mengurangi gejala yang disebabkan oleh infeksi seperti demam. Beberapa pakar lebih menyarankan parasetamol daripada ibuprofen sebagai penurun demam sebab ada kekhawatiran dapat memperburuk gejala. Pakai masker dan sarung tangan bila terpaksa harus berada di tempat umum, seperti rumah sakit atau sedang bersama orang lain. Karena mudah menular, penyakit ini juga berisiko tinggi menginfeksi para tenaga medis yang merawat pasien COVID-19. Oleh karena itu, tenaga medis dan orang yang melakukan kontak dengan pasien COVID-19 perlu menggunakan alat pelindung diri . Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu segera buang tisu ke tempat sampah.

Isolasi Mandiri dengan pengawasan rutin dari pusat pelayanan kesehatan primer juga Kami juga menganjurkan pasien untuk mengikuti rekomendasi dari tim medis dan dokter yang menangani Anda. Hubungi rumah sakit atau hotline COVID-19 apabila kondisi Anda memburuk. Madu memiliki khasiat untuk meredakan gejala sakit tenggorokan maupun kerongkongan, tidak terkecuali untuk batuk kering. Bahkan ada penelitian yang menyebutkan, madu memiliki kemampuan meredakan batuk kering lebih efektif dibandingkan obat-obatan medis. Ada perbedaan cukup mencolok antara gejala batuk kering biasa dengan batuk kering yang merupakan indikasi dari paparan virus corona.